Sabtu, 28 Juni 2008

BAB 9

BAB 9
HUBUNGAN PERS.


PENDAHULUAN.

Dalam bab-bab sebelumnya,telah dijelaskan apa yang dimaksud dengan praktik-praktik PR,bagai mana tatacara pelaksanaannya secara profesional,serta bagaimana semua itu harus direncanakan secara matang berdasarkan tujuan tertentu demi menjangkau hasil-hasil yang diinginkan. Sekarang kita akan mempelajari perangkat pendukung atau alat-alat P, dimulai dari hubungan pers (press relations). Karena memang mirip, PR dan hubungan pers sering dianggap sama. Tentu saja anggapan ini salah, karena hubungan pers hanya merupakan salah satu bagian dari PR. Arti penting dan popularitasnyasangat tergantung pada sejauh mana peranan dan keberadaan media massa itu sendiri serta tingkat penerimaannyaoleh masyarakat (masyarakat yang buta huruf tentu saja tidak begitu antusias menanggapi kehadiran pers bila dibandingkan dengan masyarakat yang melek huruf). Oleh karena iitu, hubungan pers memeng lebih populer di negara-negara industri yang sudah maju, yang sebagian besar penduduknya tinggal di daerah-daerah perkotaan dimana media masa telah hadir dalam jumlah serta variasi yang berlimpah.
1.Definisa Hubungan Pers

Hubungan pers adalah usaha untuk mencapai publikasi atau penyiaran yang maksimum atas suatu pesan atau informasi Prdalam rangka menciptakan pengetahuan dan pemahaman bagi khalayak dari organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.


Analisis

(a) Hubunga pers teryata tidak hanya terkait dengan kalangan pers (istilah lain yang populer bagi kalangan media cetak, khususnya jurnalisme surat kabar) saja, melainkan juga semua bentuk media lainnya _media cetak,media bioskop, media-media elektronik seperti halnya radiodan televisi, dan sebagainya.Namun demikian,istilah siaran pers teryata umum digunakan, dan lebih disukai dari pada lembaran berita ( handout ) oleh kalangan praktisa PR profesional.

(b) Tujuan pokok diadakan hubungan pers adalah menciptakan pengetahuan dan pemahaman ,jadi jelas bukan semata-samata untuk menyebarkan suatu pesan sesuai dengan keinginan perusahaaninduk atau pihak klien demi mendapatkan ,suatu citra atau sosok yang lebih indah dari pada aslinya dimata umum.

(c) Seperti yang pernah dikemukakan oleh pelopor lonsultasi PR Amerika Serikat, Ivy Ledbetter Lee, dalam bukunya yang berjudul Declaration of principles terbitan tahun 1906 ( lihat, buku ini merupakan bukti bahwa usia keberadaan PR lebih tua dari pada yang diperkirakan orang pada umumnya ) bahwa semua jenis mareti pers harus bebas dari nilai-nilai dan kepentingan sepihak. Kriteria kejujuran dan kenetralan itu juga harus dipegang teguh oleh kalangan praktisi PR. Setiap pesan atau berita yang mereka sampaikan kepada masyarakat melalui pers haruslah sesuai dengan kenyataan yang sesungguhnya. Baik atau buruknya suatu upaya PR diukur dari berdasarkan kejujuran dan sikap netralnya.



CARA MENCIPTAKAN HUBUNGAN PERS YANG BAIK

2. Memahami Media

Selain memasok berbagai materi yang layak diterbitkan, semua praktisi PR juga perlu memahami bagaimana surat kabar dan majalah diterbitkan, serta bagaimana pula caranya memproduksi progam-progam siaran radio dan telivisi.Sebagian pengetahuan tersebut dapat dapat dipelajari hanya dengan mengamati dan menganalisisnya saja. Untuk itu ,adakanlah kunjungan – kunjungan kesejumlah penerbit,stasiun radio dan studio telivisi (atau rumahproduksi yang memasok program-programnya).Kadang-kadang kita dapat memahami suatu media hanya dengan menelepon orang-orang terkait dan mengajukan berbagai pertanyaan yang relevan kepadanya, seperti kapan hari terakhir atau waktu terakhir dari suatu naskah PR sudah harus diserahkan ke meja redaksi. Ini merupakan bagian dari tugas seorang praktisi PR, yakni berusaha terus menerus untuk mengetahuinya segala sesuatunya selengkap mungkin. Ada sejumlah terbitan yang memuat banyak informasi penting mengenai seluk beluk dunia pers, misalnya (di inggris) Benn”s Media Directori atau PR-Planner yang juga memiliki edisi-edisi khusus berbahasa lain untuk sejumlah negara di Eropa.



3. Hal-hal Pokok Perihal Pers
Berikut ini adalah sebuah ringkasan atau rangkuman atas hal-hal terpenting perihal pers yang harus di ketahui oleh seorang praktisi PR:

(A) Kebijakan editorial. Hal ini merupakan dasar dari suatu media yang denga sendirinya akan melandasi pemilihan subjek-subjek yang akan di cetak atau yang akan diterbitkannya. Misalnya saja, ada koran-koran yang senantiasa memuat ulasan khusus secara singkat mengenai berbagai macam transaksi bisnis yang terjadi setiap hari.

(B) Frekuinsi Penerbitan . Setiap terbitan punya frekuinsi penerbitan yang berbeda-beda, bisa harian, dua kali seminggu, mingguan, dua mingguan, bulanan, tiga bulan, atau bahkan tahunan. Jumlah edisi yang di terbitkan dalam satu kali penerbitan jaga perlu di ketahui oleh para praktisi PR.

(C) Tanggal terbit . kapan tanggal dan saat terakhir sebuah naskah harus di serahkan ke redaksi untuk penerbit yang akan datang? Hal ini di tentukan oleh frekuinsi dan proses percetakannya.

(D) Proses Percetakan . Apakah suatu media di cetak secara biasa dengan teknik-teknik fotogravur, litografi ataukah fleksografi.

(E) Daerah sirkulasi . Apakah jangkauan sirkulasi dari suatu media itu berskala lokal, khusus, di daerah pedesaan,perkotaan ,berskala nasional, ataukah berskala internasional. Untuk koran berskala propinsi, daerah bagian manakah yang terjangkau?Teknologi satelit memungkinkan dilakukannya sirkulasi atau distribusi internasional.

(F) Jangkauan pembaca. Berapa dan siapa saja yang membaca jurnal atau media yang bersangkutan? Seorang praktisi PR juga dituntut untuk mengetahui kelompok usia, jenis kelamin, pekerjaan, status sosial, minat khusus, kebangsaan, hingga keorientasi politik dan khalayak pembaca suatu media.

(g) Metode distribusi. Praktisi PR juga pelu mangetahui metode-metode distribusi dari suat media, apakah melalui toko-toko buku, penjajakan langsung dari pintu kepintu, lewat pos atau siste langganan.






4. Prinsip-prinsip hubungan pers yang baik

Berikut ini akan diuraikan beberapa prinsip umum yang perlu diperhatikan oleh setiap praktisi PR dalam rangka menciptakan dan membina hubungan pers yang baik.

(a) Memahami dan melayani media. Dengan berbekal semua pengetahuan diatas, maka seorang praktisi PR akan mampu menjalin kerja sama dengan pihak media.

(b) Membangin repotasi sebagai orang yang dapat dipercaya. Para praktisi PR harus senantiasa siap menyediakan materi-materi yang akurat dimana saja dan kapan saja hal itu dabutuhkan.


(c) Menyediakan salinan yang baik. Misalnya menyediakan reproduksi
foto-foto yang baik, menarik dan jelas. Dengan adanya teknologi pemasukan data langsung melalui komputer.


(d) Bekerja sama dengan menyediakan materi. Sebagai contoh, petugas PR dan jurnalis dapat bekerja sama dalam mempersiapkan sebuah acara wawancara atau temu pers dengan toko-toko tertentu.

(e) Menyediakan fasilitas verifikasi. Para praktisi PR juga perlu memberi kesempatan kepada para jurnalis untuk melakukan verifikasi atau membuktikan kebenaran atas sitiap materi yang mereka terima.

(f) Membangun hubungan personal yang kokoh. Suatu hubungan personal yang kokoh dan positif hanya akan tercipta serta terpelihara apabila dilandasi oleh keterbukaan, kejujuran, kerja sama, dan sikap saling menghormayi profisi masing-masing.










5. Tanggung jawab dan loyalitas yang saling bertentangan

Uraian bagian f di atas perlu dibahas lebih mendalam. Harus diakui bahwa diantara praktisi PR dan jurnalis sering kali terdapat tujuan dan loyalitas yang berlainan, bahkan saling bertentangan. Peran-peran kontras yang mereka jalankan dianalisis sebagai berikut:

(a) Praktisi PR
i. Tanggung jawab utama dari seorang praktisi PR tertuju kepada perusahaan induk atau perusahaan kliennya, selama hal itu tidak bertentangan dengan kode etik PR, segala peraturan hukum yang berlaku, serta kepentingan umum.

ii. Tugas pokok dari praktisi PR adalah menjalankan program-program PR yang telah direncanakan serta disetujui sebelumnya dengan tujuan memaksimalkan pengetahuan dan pemahaman khalayak atas produk, sosok keseluruhan atau aspek-aspek lainnya dari organisasi/perusahaan atau klien.

(b) Jurnalis.
i. Tanggung jawab utama para jurnalis terarah kepada pihak perusahaan penerbit yang segala kebijakannya harus ditaati berdasarkan pengarahan dari sang editor atau pimpinan redaksi.

ii. Karena adanya tuntutan untuk memuaskan para pembaca, pendengar atau pemirsa maka para jurnalis akan memuat hal-hal yang akan menarik minat mereka, bukannya apa yang diinginkan oleh praktisi PR. Bertolak dari hal itu, maka ada kalanya para jurnalis memilih suatu berita yang sama sekali tidak diinginkan oleh para praktisi PR.

APA YANG DIMAKSUD DENGAN BERITA?

6. Kelayakan Berita (Newsworthiness).

Setiap praktisi PR selalu berusaha menyiarkan berita, dan setiap pesan atau artikel harus dinilai kelayakan beritanya sebelum dimuat. Di Inggris, sebuh surat kabar yang banyak memuat berita politik biasanya hanya bisa terjual 400.000 eksemplar sekali terbit. Pers Inggris memang lain dari pada yang lain. Mereka tidak bisa disamakan dengan pers dari negara manapun didunia ini.

Di setiap negara, dasar pembedaan khalayak pembaca jelas berlainan. Ada yang mendasarkan pembedaan tersebut pada agama, misalya Katolik atau Protestan; ada pula yang berdasarkan pada orientasi politik, yakni pada partai Demokrat; berdasarkan etnik seperti Malaysia,Cina, dan India atau bahasa, yakni antara bahasa inggris dan bahasa perancis.Intinya adalah , masing-masing orang memiliki minat berita yang berlainan,sesuai dengan selera dan latar belakangnya sendiri.

7. Definisi Berita
Berita adalah informasi yang belum di ketahui oleh pihak penerimanya.

Analisis

(a) Berita tidak slalu berupa ulasan tentang hal-hal yang tengah berlangsung berita juga bisa cerita mengenai sesuatu yang sekitarnya menarik minat para pembaca.Kadang kala berita-berita serius mengenai peristiwa-peristiwa politik dan sosial disebut sebagai ”berita panas dan keras” atau berita halaman depan.

(b) Berita tidak selalu harus hangat. Segala sesuatu yang belum pernah di siarkan atau diketahui khalayak dapat dianggap sebagai ”berita” Meskipun demikian,”kehangatan” suatu berita itu sangat penting.



SIARAN BERITA ( NEWS RELEASE )

8. Pengujian atas Sebuah Kisah PR

Berita adalah informasi yang hendak dimuat dimedia massa harus mampu menarik para pembaca (pemirsa atau pendengar,untuk media telivisi dan radio) dan oleh karena itu layak dipublikasikan. Standar ini harus senantiasa diperhatikan oleh setiap praktisi PR yang hendak mempublikasikan berita atau pesan-pesan PR-nya.Mereka harus menguji kelayakan berita dari suatu siaran berita, artikel, atau gambar-gambaryang hendak dipublikasikan sebelum benar-benar diserahkan dimedia masa.

9. Berita yang buruk berarti PR yang buruk

Siaran berita (news release) menciptakan suatu citra tertentu di mata kritis para editor perihal organisasi yang menyebarinnya. Akan tetapi pada kenyataannya di mana-mana siaran berita itu masih menjadi sutu kegiatan PR yang kurang digarap secara sungguh-sungguh. Kenyataan ini sangat disayangkan mengingat arti penting sesungguhnya dari siaran berita itu demikian besar.Sebuah berita yang baik harus menyajikan suatu kisah yang sama bermutunya dengan biasa yang ditulis oleh para jurnalis. Informasi yang yang terungkap harus jelas, dan sepanuhnya sesuai dengan kenyataan yang ada,serta menaati segenap kaidah penulisnya yang baik. Jangan sekali-kali memulai sebuah siaran berita dengan kalimat seperti ”Dengan bangga kami mengumumkan bahwasannya ....” atau ungkapan-ungkapan yang cenderung memuji-muji diri sendiri.


10. Presentasi penyajian yang baik

Disini ada empat hal pokok yang harus diperhatikan demi menciptakan suatu hubungan pers yang baik:

(a) Susunan kalimat siaran berita harus senada dengan gaya yang digunakan oleh para jurnalis. Gaya penulisan ini berbeda dengan gaya penulisan esai yang panjang lebar, penulisan jawaban untuk suatu pertanyaan ujian yang terlampau lugas dan kaku, atau penulisan sebuah liputan yang menekankan pada segi keindahan.

(b) Siaran berita harus dibuat dalam gaya munuskrip yang serba singkat dan padat, bikannya seperti surat cinta atau surat bisnis yang penuh basa-basi.

(c) Bobot,karakter, dan kandungan siaran berita haruslah disesuaikan dengan reputasi dan karakter media yang hendak memuatnya.

(d) Hendaknya siaran berita tersebut dikirikkan ke beberapa jurnal atau media yang sekiranya paling sesuai dan naskahnya harus diserahkan ke meja redaksi dengan waktu yang cukup untuk naiak cetak.Untuk memilih media yang paling tepat petugas PR harus memiliki sebuah daftar lengkap mengenai semua media yang cukup untuk naik cetak.

11. Cara penulisan siaran berita.

Cara termudah untuk mempelajari penulisan siaran berita yang baik adalah dengan rajin-rajin menyimak laporan diberbagai koran,dan mengobservasi cara penulisannya.Di situ terkandung teknik tertentu yang bersifat khusus.Berikut ini dua buah karakteristik fundamental yang akan nampak dari berbagai surat kabar.

A. Pokok permasalahan selalu dinyatakan diawal kalimat pembuka dalam sebuah siaran berita.
B. Paragraf pembuka senantiasa berisi rangkuman atas keseluruhan atas berita dan cerita .

Para editor yang sibuk tidak mempunyai cukup waktu mentolerir siaran berita PR yang.bermutu rendah mereka menerima puluhan atau bahkan ratusan berita siaran berita dari berbagai organisasi setiap harinya,sehingga mereka tidak mau memboroskan waktu hanya untuk mengurus naskah yang buruk atau salah terhadap penyusunannya.

12.Rumusan Tujuan Unsur.

Berikut ini akan diuraikan sebuah rumusn pembuatan siaran berita bermutu yang sudah teruji.standar yang sudah teruji.standar yang digunakan dalam rumusan ini juga merupakan standar yang dianut oleh para editor.

1. Subjek (subject)
2. organisasi (organisastion)
3. likaasi (location)
4. keunggulan (advantages)
5. Penerapan (application)
6. Rincian (details)
7. Sumber (source)

13.Nilai Rumusan Tujuan Unsur.

Nilai atau arti penting dari rumusan tujuan unsur tersebut dapat dirangkum sebagai berikut:

A. Rumusan itu dapat berfungsi sebagai daftar ats berbagai macam data yang dibutuhkan sebelum penulisan siaran berita dilakukan.
B. Rumusan ini merupakan alur baku atas penyusunan siaran berita,sekaligus untuk menunjukan urutan informasi yang harus disajikan agar semuanya seimbang dan dapat dicerna dengan baik oleh pembaca.
C. Rumusan tersebut juga berfungsi sebagi daftar guna memeriksa kualitas atas keseluruhan naskah setelah penulisannya selesai.
D. Penerapan rumusan tujuan unsur ini tidak berarti bahwa kita harus selalu membuat siaran berita.
E. Paragraf pertama harus selalu menyatakan subjek,nma perusahaan atau organisasi secara ringkas dan singkat.
F. Paragraf akhir harus menyatakan nama lengkap,alamat jelas da nomer tlf dari organisasi pengiriman siaran berita.

14. Jenis-jenis siaran berita linnya.

Rumusan berita diatas cocok untuk siaran berita mengenai adanya suatu produk brang dan jasa baru,terbentuknya bangunan atau sturktur baru.

Berikut ini akan diuraikan enam jenis siaran berita yang paling populer:
A. Siaran berita yang sesuai dengan rumusan tujuh unsur: Idealnya,siaran berita ini tertuang kedalam selembaran kertas atau satu halaman saja.
B. Kisah latar belakang teknis informasi:biasanya siaran berita pendukung atau yang bersifdat latar belakang ini tidak untuk dipublikasikan secara umum.
C. Siaran berita tekis yang disertai rangkuman: Berbagai macam produk teknis biasanya memerlukan siaran berita yang panjang-lebar sehingga diperlukan dua atau tiga halaman guna memuatnya.
D. Siaran berita rangkuman atas suatu laporan atau pidato.dokumen penting,seperti laporan resmi perusahaan,katalog dan pembukuan tahunan.
E. Penambahan keterangan gambar.ini merupakan jalan tengah antara sebuah foto atau gambar yang berfungsi sebagai keterangan dengan sebuah siaran berita.
F. Pengumuman singkat.siaran berita mengenai hal-hal yang relatif sederhana,misalnya mengenai pengangkatan jabatan baru atau perubahan alamat organissi,sebaiknya dibatasi satu paragraf saja.

GAYA PENULISAN.

15.Teknik-teknik penulisan siaran berita.

Penulisan siaran berita yang baik agaknya merupakan salah satu tugas yang paling sulit bgi para praktisi PR.Hal ini dikarenakan penulisan siaran berita memerlukan teknik-teknik dan perhatian yang khusus pula.siaran berita dalah godaan untuk meruntuhkan validitas berita tersebut menjadi iklan.unsur yang baru saja diuraikan diatas,disiplin mutlak diperlukan.Berikut ini adalah beberapa aspek disiplin yang harus dicamkan oleh setiap praktisi PR,khususnya mereka yang mengelola siarn berita.

A. Paragraf,kalimat dan kata-kata yang dipergunakan harus diusahakan sesingkat dan sepadat mungkin.
B. Usahakan selalu agar setiap siaran tidak lebih dari satu halaman atau selembar kertas saja.
C. Hindari gaya bahasa yang superlatif atau lebih.jauh pula kata atau ungkapan yang memuji-muji diri sendiri,baik yang terang-terangan maupun bersifat yang tersirat.
D. Hindari generalisasi yang tidak jelas dan kecondongan untuk menjelaskan segala sesuatu yang bisa berakibat keluarannya tulisan dari konteks aslinya.
E. Jangan pernah memakai kata-kata klise seperti unik dan bercakup luas.
F. Jangan mengutip pendapatan atu komentar dari seorang tokoh,kecuali jika langsung bersumber dari orang yang bersangkutan.
G. Jangan sembarangan memilih jurnal atau medi.ingatlah bahwa masing-masing media massa punya khalayak pembac tersendiri,sehingga masing-masing memiliki versi yang berlainan satu sama lain.

16. Penyajian siaran berita.

Siaran berita pada dasarnya adalah sebuah manuskrip (naskah dasar).seperti telah dikemukakan pada subbab 10b,siaran berita adalah manuskrip percetakan,bukan surat bisnis.siaran berita yang baik jelas akan menunjukan bahwa praktisi PR yang menggambarkan adalah seserorang yang profesional dan tahu benar akan apa yang diinginkan.salah satu prinsip dasar yang harus diusahakan oleh setiap praktisi PR dalam menciptakan hubungan pers yang baik adalah menciptakan reputasi positif dan menggugah respek kalangan pers.

Berikut ini adalah beberapa aturan sederhana dalam penulisan yang lazim berlaku dikalangan pers:

A. Kop surat (printed heading paper).setiap siaran berita harus ditulis atau dicetak diatas kertas dengan kop surat khusus yang tidak sama dengan kop surat pada kertas yang biasa dipakai untuk keperluan korespondensi bisnis sehari-hari.
B. Judul berita (Headings).Judul harus menyatakan secara jelas apa yang hendak diberitakan.paraktisi PR tidak perlu pusing mengarang judul yang spektakuler karena biasanya para editor suka membuat judul sendiri sesuai dengan gaya penuturan jurnalnya.
C. Subjudul (Subheadings) biasanya subjudul tidak perlu dibubuhkan karena sang editor belum tentu memakai.kalaupun ia memerlukannya,ia akan membuat subjudul itu sendiri.
D. Pragraf pinggir (Indented paragraph).paragraf pertama tidak perlu dimasukan ke margin dalam,meskipun disemua paragraf dimasukan ketepi.jangan sekali-kali menggunakan pargraf blok,yakni semua kalimat baris pertama dari semua paragraf dibuat sejajar sehingga tidak ada yang menjorok ke dalam.
E. Huruf-huruf besar (capital letters).jangan menulis nama perusahaan/organisasi atau nama produk dengan huruf besar semuanya.jangan gunakan huruf besar pada awal kata jabatan-jabatan didunia bisnis.
F. Penggaris bawahan (Underlining).tidak ada kata atau kalimat dalm siarn berita yang perlu digaris bawahi.untuk menonjolkan suatu kata atau kalimat maka kata atu klimat itu dimiringkan.
G. Titik dalam singktan (Full points in abbreviations) menurut kaidah yng berlaku,titik tidak perlu dipakai dalam singkatan.
H. Angka-angka (Figures).semuaangka,dari satu sampai sembilan harus ditulis dalam huruf.nilai yang amat besarperlu lebih diperjelas dalam bentuk untaian huruf.
I. Tanggal (dtes).gaya penulisan yang dianut oeh dunia pers dalah angka atau nama bulan yang disebutkan terlebih dahulu baru disusul dengan angka tanggal,misalnya december 23.namun ada juga beberapa koran yang menyebutkan tanggal lebih dulu,baru nama bulan.jika siaran berita melaporkan suatu peristiwa,jangan sekali-kali memakai kata baru dan kata lain yang kurang jelas.
J. Sambungan (Continuations).apabila siaran berita memerlukan lebid dari satu halaman,maka tulislah kata Bersambung atau berlanjut ke halaman berikutnya,pada sudut kanan bawah.
K. Tanda kutipan (quotation marks).tanda kutip harus dibubuhkan untuk setiap kalimat yang dikutip secara langsung maupun tak langsung.sebagian diantara mereka ada yang memang mencantumkan tanda kutipanpada judul buku yang diterbitkannya.
L. Larangan (embargo).larangan atau embargo berarti suatu permintaan untuk tidak menerbitkan suatu cerita atu naskah sebelum tanggal dan saat tertentu.
M. Identitas penulis (authorsip).Diakhir naskah siaran berita,penulis harus mencantumkan nama dan nomer teleponnya.selain untuk menunjukan identitas penulis,pencatuman nama dan nomer telepon tersebut juga untuk menunjukan bahwa naskah siaran berita itu sudah habis atau berakhir.


17.Tulisan liputan Eksklusif Bertanda-tangan.

Liputan ini memerlukan gaya penulisan yang berbeda.sebuah liputan tidak bisa disamakan dengan siaran berita,demikian pula sebaliknya.gaya penulisan liputan sangat berbeda dengan gaya penulisan atau pelaporan berita-berita khas surat kabar.Meskipun harus diakui bahwa prinsip-prinsip penyajian atau presentasinya kurang lebih sama,Tetapi liputan berbeda dari siaran berita,terutama sekali dalam hal berikut:

A. Liputan selalu lebih panjang sehingga akan selalu menyita lebih banyak halaman.
B. Liputan bersifat eksklusif,sedangkan siaran disajikan bagi siapa saja yang mau memanfaatkan.
C. Liputan biasanya tidak perlu dan tidak akan diedit besar-besaran atau ditulis ulang seperti halnya siarn berita.
D. Nama penulisanya selalu ditonjolkan dn dinyatakan secara jelas sebagai penciptanya.
E. Berbeda dari siaran berita,hl-hal pokok dalam liputan tidak diungkap pada paragraf pertama.biasanya tulisan paragraf pertama sengaja dibuat guna menggugah mint para pembaca untuk mencari inti kandungan tulisan tersebut secara keseluruhan.
F. Kalau gaya penulisan siaran berita cendrunglugas dan dingin dalam menyajikan informasi faktual,maka setiap tulisan dapat disajikan secara imajinatifdan juga opini dan pengalaman penulis dan sebagainya.
G. Usia atau masa baca liputan bertanda tangan biasanya jauh lebih lama dari pada siaran berita.

18.Artikel-artikel sindikasi.

Artikel-artikel sindikasi memang tidak eksklusif,namun mengandung kelebihan tersendiri karena dimuat dilebih dari satu jurnal.meskipun demikian,henfdaknya artikel tersebut tidak diberikan kepada dua atau lebih jurnal yang sejenis atau yang bersaingan ketat satu sama lain.bile anda sudah menyerahkan artikel kepada editor dari salah satu jurnal yang bersaingan itu,maka tidak sepantasnya jika anda memberikannya juga kepada jurnal yang lain.contohnya adalah artikel tentang peristiwa yang dimuat di sejumlah koran sore yang terbit di berbagai kota yang berlainan.

NEGOSIASI DENGAN EDITOR.

19.Negosisi publikasi.

Setiap artikel tidak boleh ditulis secara spekulatif,lalu dikirim begitu saja kepada seorang editor dengan harapan ia akan bersedia memuatnya oleh karena itu,metode penulisan yang paling baik adalah sebelum sebuah artikel ditulis.hendaknya kita memilih medianya terlebih dahulu kemudian kemudian mengajukan ide. Dengan cara ini kita juga dapat mengetahui dan menyesuaikan diri dengan kemauan editor demi menjamin dimuatnya artikel tersebut.negisisi dengan editor,baik mengenai berbagai aspek artikel yang hendak ditulis maupun soal lain seperti soal honor,dapat dilakukan secara langsung,lewat surat ataupun lewat telepon.






PERISTIWA ATAU CARA-CARA PERS.

20.Tiga jenis acara pers..

Secara umum,terdapat tiga macam peristiwa atau acara pers (press events),yakni sebagai berikut:
A. Konferensi pers,ini adalah sebuah pertemuan para jurnalis yang sengaja berkumpul untuk mendapatkan informasi perihal topik yang tengah hangat dibicarakan.
B. Resepsi pers,acara kumpul-kumpul kalangan pers yang satu ini biasanya lebih menyenangkan,lebih terencana dan terorganisir acara ini senantiasa disertai dengan jamuan,entah itu berupa makan siang atau makan malam.
C. Kunjungan pers,seorang jurnalis atau kelompok wartawan acapkali diundang mengunjungi sebuah pabrik menghadiri acara pembukaan kantor baru yang disusul dengan peninjauan bersama atau acara demontrasi produk baru.

21.Mengorganisasikan acara-acara pers.

Acara resepsi pers yang tidak teroganisasi dengan baik sama sekali tidak bisa dimnfaatkn,karena resepsi pers itu sendiri merupakan sesuatu yang sangat penting demi terciptanya hubungan pers yang baik.guna menyelenggarakan suatu acara pers dengan baik,setiap praktisi pers dengan baik,harus memperhatikan segala aspek persiapan serta pelaksanaannya.berikut ini disajikan, beberapa hal pokok yang harus senantiasa diperhatikan.

A. Rencana pennyelenggaraan resepsi harus digodok secara matang jauh-jauh hari sebelumnya.pilihlah tanggal dan saat yang akan memungkinkan hadirnya sebanyak mungkin kalangan pers agr sesuatu yang hendak disampaikan pada acara tersebut bisa memeperoleh publikasi positif yang maksimal.
B. Pilihlah gedung atau bangunan yang representatif serta strategis.perhatikan segala macam aspeknya,seperti kemudahannya dijangkau dengan kendaraan umum dan kapasitas ruang pikirnya.
C. Cantumkan jadwal acara pada kartu undangan.
D. Kririmkanlah undangan tersebut atas nama individu dalam waktu yang cukup longgarkatakanlah dua minggu sebelum acara pers itu berlangsung.
E. Pastikan bahwa segala hidangan cukup memuaskan.dalam acar-acara seperti ini,makann biasanya lebih penting dari pada minuman.
F. Persiapan waktu dan peralatan bicara dengan seksama,mulai dari VCR DAN PERANGKAT TV.
G. Sediakanlah informasi pers yang mamadai,namun jangan timbuni para tamu dengan aneka rupa materi yang kelewatan banyak apalagi yang tidak relevan.
H. Identifikasi setiap tamu dengan papan nama kecil di dada agar mereka mudah dikenali.
I. Jangan terlalu banyak berbasa-basi dan taatilah jadwal yang telah disusun,karena seorang jurnalis adalah orang yang sibuk.
J. Kerahkan para petugas secukupya sebagai tuan rumah dan rekan bicara bagi para tamu yang hadir.
K. Jangan campurkan pra jurnalis dengan tamu lain,misalnya konsumen.

22.Aspek-aspek lainnya dari hubungan pers.

Foto grafi cetakan dan keterangan gambar akan dibahas secara lebih mendalam.sedangkan aspek hubungan pers yang berkaitan dengan radio dan televisi akan dibicarakan.

23.Penunjang Hubungan pers:jas pelayanan dan buku petunjuk.

Berikut ini akan diuraikan beberapa sumber informasi dan lembaga-lembaga yang menyediakan jasa pelayanan khusus yang erat kaitannya dengan hubungan pers.serta buku petunjuk yang memuat keterangan mengenai hal tersebut.

A. Advance.Diterbitkan secra bulanan oleh themetree,berupa suplemen atau naskah sisipan yang dikirim ke para pelanggan.
B. Bacon’s publicity checker-USA.bagi mereka yang punya minat untuk mempublikasikan tulisannya dimedia pers di amerika serikat dan kanada,buku petunjuk yang terdiri dari dua volume ini mendaftarkan segenap majalah dan surat kabar yang terbit di amerika utara.
C. Benns”s Media Directory.Buku petunjuk yang terdiri dari dua volume ini memuat sekitar 15.000 majalah dan surat kabar yang terbit di inggris,serta35.000 media dari berbagai negara.
D. Editor buku petunjuk ini terdiri dari enam volume dan diterbitkan secara bulanan.
E. EIBIS Internasional.lembaga ini menulis,meterjemahkan,dan mendistribusikan berbagi macam foto serta maengalihbahasakan aneka rupa liputan ke kalangan pers luar negri.
F. Hollis europe.lembaga ini mencakup hampir seluruh negara-negara dieropa barat,baik yang tergabung kedalam masyarakat eropa maupun yang tidak,serta segenap negara dieropa timur.
G. Hollis UK press and public relations annual.terbitan ini berisi daftar perusahaan yang ada di inggris serta konsultan PR yang menjalin kontrak kerja sama dengan perusahaan tersebut.
H. Media pocket Book,Terbitan tahunan berukuran buku saku ini memuat angka statistik atas sirkulasi surat kabar nasional.
I. PiMS Internasional.Terbitan ini menyajikan distribusi siaran berita lewat komputer dan daftar dari segenap media massa yang ada di inggris.Amerika serikat juga negara-negara eropa pada umumnya.
J. PR planner/PR planner europe.ini adalah buku-buku petunjuk yang memuat isi dan kontak media bagi para petugas departemen PR.
K. Press cutting services.di inggris terdapat cukup banyak lembaga atau perusahaan yang khusus menyediakan kliping dari berbagai media yang sudah tersusun serta terkategorisasikan secara rapi.
L. Public Relations year book.Buku ini mengenai PR yang diterbitkan tiap tahun ini PRCA.
M. Themetree Ltd,lembaga ini menerbitkan Advance feature search yang menyajikan pelayanan informasi kilat untuk berbagai naskah liputan yang segera diterbitkan dalam waktu dekat.
N. Two-Ten Communication.perusahaan ini menyediakan jasa telegram dan distribusi siaran berita.
O. Willings Press Guide,ini adalah sebuah buku petunjuk tahunan yang mendftar semua koran dan majalah yang terbit di Inggris secara alfabetis.

24.Memberi dan Melayani.

Sebagai kesimpulan akhir dapat dikemukakan bahwasannya initi hubungan pers adalah proses memberi dan melayani.kepada kalangan pers yang harus dijalani oleh para praktisi PR.kalangan pers akan lebihmiskin seandainya saja tidak ada praktisi PR.Kalangan media massa akan kehilangan banyak informasi berharga yang penting bagi khalayak.jadi sebenarnya,para praktisi PR itu membantu para editor dan penerbit dalam rangka melaksanakan tugas-tugasnya.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

New Delhi: Casino & Sports Betting Sites - JTM Hub
You don't have to wait long to see the 순천 출장마사지 latest news about the casino, 수원 출장안마 as the popularity 경기도 출장샵 of live sports is 익산 출장마사지 increasing 고양 출장샵 in India and abroad.