Sabtu, 28 Juni 2008

BAB 6

BAB 6
TUJUAN- TUJUAN PUBLIC RELATIONS

1. .Perbedaan antara PR Berwujud dan PR tidak Berwujud
Perbedaan pokok antra PR yang berwujud (tangible) dan yang tidak berwujud (intangible) terletak pada ada tidaknya tujuan -tujuan tertentu, atau bisa tidaknya hasil- hasil PR itu diukur. Para pengkritik PR seringkali mengatakan bahwa PR adalah sesuatu yang tidak berwujud sehinnga hasil-hasilnya pun mustahil untuk diukur. Satu- satunya alasan yang dapat menjelaskan mengapa hasil dari kegiatan PR tidak bisa diukur adalah tidak adanya tujuan yang pasti. Hal ini tidak akan dapat dielakkan jika yang mengerjakan hanya menginginkan suatu citra yang hebat atau peliputan media massa yang penuh pujian. Bahkan kadang- kadang PR hanya diartikan sebagai kegiatan pengumpulan kliping koran. Tentu saja hasilnya pun abstrak dan nampak tidak berarti. Sedangkan PR yang berwujud adalah PR yang selalu efektif ditinjau dari segi biaya. (cost- effective).
Dalam bab 5 telah diuraikan empat belas tujuan PR. Namun sebenarnya, cakupan tujuan PR masih bisa diperluas lagi sampai dua kali lipat, meskipun tidak semuanya harus diraih oleh suatu organisasi. Dalam buku, ini diberikan pula sejumlah contoh untuk menunujukkan betapa luasnya cakupan tujuan PR tersebut.

Pada tahapan perencanaan program PR, hal pertama yang harus dilaksanakan adalah penetapan tujuan. Hal ini kurang lebih sama dengan pemilihan tempat wisata yang seting kita lakukan di masa liburan. Tujuan wisata begitu banyak, hanya saja waktu dan uang kita terbatas sehingga kita tidak mungkin mengunjungi semuanya. Demikian pula, halnya dengan PR. Jumlah tujuan yang layak dan menarik untuk dikejar memang yaris tidak terbatas, tetapi jumlah aktualnya tergantung pada ukuran kapasitas dan sumber daya ( khususnya pedanaan) yang dimiliki oleh suatu Departement PR internal, atau besarnya uang pembayaran klien yang diterima oleh sebuah konsultan PR eksternal.


2. Penetapan Tujuan

Bagaimana penetpan tujuan? Kita tidak bisa menemukan tujuan yang paling tepat hanya dengan duduk–duduk di belakang meja besar dam memerintahkan orang- orang lain untuk melakukan ini atau itu. Ada dua cara untuk menetapan tujuan. Cara yang pertama adalah dengan mengadakan riset khusus guna mengidentifikasi masalah yang memerlukan penyelesai PR. Muisalnya rendahnya antusiasme para pengecer untuk memasarakan suatu produk,atau sikap acuh para staf atas rencana perusahaan untuk menanamkan modal dalam sektor industri mesin secara besar- besaran. Ada pun cara yang kedua adalh dengan mengadakan serangkaian diskusi atau konsultasi secara mendalam dengan para pimpinan departement atau kalangan staf inti guna mengungkapkan kebutuhan- kebutuhan komunikasi paling mendasar yang mereka rasakan.


3. Pemilihan Prioritas

Dengan mengunakan cara tersebut, anda sudah dapat mendaftar sejumlah tujuan yang layak untuk dikejar. Hanya saja, anda memerlukan sumber daya yang luar biasa besarnya guna menjakau semuanya. Mengingat ketersediaan sumber daya senantiasa terbatas, maka anda harus menetapkan prioritas, yakni memilih ynag paling penting.Ada dua cara yang dapat anda tempuh untuk memilih prioritas. Dari sekian banyak tjuan, pasti ada yang berjangka pendek dan ada pula yang berjangka panjang. Sebagai patokan umum yamg pertama hendaknya anda lebih mengakomodasi tujuan jangka pendek untuk lebih mengutamakan atau mengejar tujuan jangka panjang.
Sebagai contoh, suatu perusahaan supermarket merencanakan untuk memn\buka sejumlah toko baru pada tahun mendatang, maka pembukaan dari masing- masing toko yang baru itu bisa dipandang sebagai tujuan PR jangka pemndek. Tetapi, bila sebuah perusahaan merencanakan untuk mengespor produknya ke Jepang, maka ini merupakan tujuan PR jangka panjang yang meliputi seluruh waktu sepanjang tahun.


4. Tujuan atau Waktu

Semua organisasi pasti menghadapi masalah waktu dalam mengejar tujuan- tujuannyaa. Seorang manajer PR internal( Berikut para stafnya) bekerja begitu giat tak kenal waktu sampai- sampai jumlah jam kerja mereka bisa dihitung hanya denagn menysihkan waktu di mana mereka tidak bekerja( misalnya pada hari- hari libur dari total jam kerja dalam satu minggu.

Tidak ada komentar: