BAB 17
PROSES-PROSES PERCETAKAN
Latar Belakang dan Terminologi Percetakan
1. Manfaat Pengetahuan Tentang Percetakan
Setiap praktisi PR wajib memiliki pengetahuan dasar mengnai proses percetakan.Hal ini dikarenakan setiap praktisi PR akan banyak berhubungan dengan mekanisme kerja,metode pelaksana,syarat-syarat,dan berbagai hal lain yang berkaitan dengan dunia percetakan.Sebagai contoh, pengetahuan dasar mengenai percetakan ini akan membantu dalam menyusun dan mendistribusikan siaran berita atau siaran pers (new release) maupun jurnal-jurnal internal secara cepat dan tepat pada waktunya.
Setidaknya setiap praktisi PR harus mengetahui dan bisa membedakan enam proses utama percetakan,memahami cara kerja masing-masing,serta mengenali jenis bahan atau materi-materi cetak apa saja yang cocok dan yang vital untuk setiap proses percetakan tersebut.
Meskipun rincian kerjanya sangat bervariasi, semua mesin cetak cetak pada dasarnya memiliki kesamaan mekanisme, yakni adanya proses pengalihan gambar atau tulisan dari suatu lempeng cetak (biasanya terbuat dari logam) ke kertas atau kepermukaan benda lainnya yang dijadikan objek cetakan.Rincian mekanisme pengalihan yang terdapat pada proses-proses percetakan tersebut berbeda satu sama lain:
a) Letterpless dan flexgraphy menerapkan proses percetakan dari suatu permuakaan yang bergelombang (berupa relief)
b) Proses percetakan lithography mencetak dari suatu permukaan yang datar (planographic)
c) Proses (dan mesin) percetakan photogravure atau gravure menggunakan lempeng cetak dengan permukaan yang berlekuk-lekuk (intaglio)
d) Proses percetakan screen menggunakan lembaran-lembaran stensil (lempeng cetak yang berlubang-lubang membentuk huruf atau gambar)
e) Proses percetakan digital yang menggunakan teknik fusi-tinta sebuk (toner-fusion technique).
2. Typography: Sistem titik
Bentuk cetakan typefaces (rancangan bentuk dari setiap lempeng cetak) dibuat berdasarkan system ‘titik’ (point system).Sistem ini ditemukan pertama kali di Chicago, Amerika Serikat pada tahun 1892.Pada setiap bidang satu inci (25,4 mm) persegi terdapat 72 titik.Pengukuran sendiri dilakukan secara vertical.kalau anda pernah membaca istilah ’10 on 11’ itu berarti bahwa pada untuk setiap 10 karakter titik harus diberi satu titik sebagai jeda atau spasi..
Bentuk huruf dapat diperbesar atau diperkecil sesuai dengan keperluan melalui penaturan elektronis yang dilakukan pada keyboard operator. Hasil-hasil akhir cetakan secara keseluruhan juga bisa diperbesar atau diperkecil guna menyesuaikan ukurannya dengan format publikasi, atau sekedar untuk variasi.
3. Bentuk huruf ( faces), Bentuk kalimat (founts), dan family
Bentuk suatu huruf yang hendak dicetak face,dan bentuk huruf ini sangat bervariasi,misalnya Perpetua, Gill Sands, Bodoni, Goudy,Rockwell, Univers, dan Baskerville. Salah satu bentuk huruf yang paling sering digunakan adalah sans serif. Bentuknya (mirip dengan gill atau univers) indah, tanpa serif atau garis-garis kecil penghubung antar huruf (misalnya pada huruf-huruf ts dan ds).
Ketebalan huruf serif bisa dibuat bervariasi. Kalau semua huruf dibuat seragam ketebalannya,maka istilahnya menjadi huruf slab-serif atau huruf Mesir. Disebut huruf Mesir karena ia memiliki variasi yang menyandang nama-nama khas Mesir seperti Kairo atau Karnak (yang terakhir ini lebih popular dengan sebutan Rockwell).
Variasi ketebalan huruf disebut berat atau bobot (weights). Secara keseluruhan bobot terbagi menjadi empat kategori, yaitu ringan (light), medium,tebal (bold), serta ekstra tebal (ekstra bold)). Seuntaian alphabet yang memiliki berbagai macam bentuk huruf dengan berbagai tingkat ketebalan seperti itu disebut family.
4. Kertas Cetak
Beberapa variasi pilihan kertas cetak antara lain adalah:
a) Newsprint (kertas Koran).Adlah kertas yang relative paling murah,bersifat menyerap air,dan mudah sekali diperoleh.itulah sebabnya kertas ini disebut kertas Koran
b) Supercalendered (seper kalender) .Kertas jenis ini agak mengkilat dan kualitasnya lebih baik dari kertas Koran,namun harganya masih cukup murah. Biasanya yang menggunakannya adalah majalah
c) Antique (antic). Jenis kertas ini agak tebal, bersifat menyerap air, dan agak kasar.Jenis ini cocok sekali digunakan untuk buku.
d) Imitation art. Jenis kertas ini agak tebal dan mengkilat. Ciri khasnya adalah halaman demi halaman kertas ini disertai dengan hiasan ala cina.
e) Art.Jenis kertas ini juga cukup tebal,mengkilat, tahan air, dan selalu dibubuhi dengan hiasan tertentu. Biasanya jenis kertas ini digunakan untuk kertas piagam ijazah atau tanda penghargaan.
5. Komposisi Dengan Tangan
Metode penataan huruf yang relative paling sederhana ini biasanya dipakai pada penerbitan-penerbitan atau percetakan yang kecil. Perusahaan percetakan yang besar juga masih menggunakannya untuk hal-hal yang sifatnya sederhana seperti koreksi atau perbaikan keseluruhan tata letak huruf yang sebelumnya telah diolah dengan menggunakan system-sistem modern.Dengan cara ini, sipemasang atau kompositor langsung memiliki beberapa macam karakter dari serangkaian pilihan yang tersedia, dan menempatkannya pada suatu nampan yang disebut case.Ia menata semuanya langsung dengan tangan. Huruf-huruf kecil diatur pda lower case, sedangkan pada huruf besar pada perkakas lainnya yang disebut upper case (atau sering juga disebut ‘caps’ saja).
6. Lynotype dan Inertype
Beberapa jenis mesin penataan huruf (typesetting) yang mampu mengatur komposisi huruf secara otomatis dalam sebuah perangkat yang disebut sebagai slugs. Slugs adalah kepingan atau lempengan metal yang memuat satu baris kalimat.Sistem pemasangan huruf ini digunakan oleh perusahaan-perusahaan penerbit surat kabar.Mesin ini bergarak cepat sesuai dengan perintah-perintah untuk menyesuaikan huruf-huruf pada lempeng cetakan. Bentuk hurufnya juga bisa dibuat bervariasi dan mudah diganti. Cara kerja mesin antar huruf atau intertype ini pada dasarnya sama saja dengan mesin linotype.
7. Monotype
Apabila mesin intertype dan linotype menggunakan slugs atau kepingan-kepingan metel yang solid, mesin monotype menggunakan kepingan-keoingan berkarakter tunggal yang mirip dengan yang digunakan pada mesin komposisi lewat tangan. System penataran huruf ini sering digunakan pada mesin percetakan buku atau persamaan matematika.
Pada dasarnya, ada dua perangkat utama di dalam mesin komposisi huruf ini, yakni sebuah keyboard yang berisi gulungan kertas dengan lubang-lubang kode, dan sebuah caster yang melakukam pengaturan bentuk-bentuk huruf sesuai dengan komposisi lubang kode yang terdapat pada gulungan kertas tadi.
8. Ludlow
Ludlow adalah mesin yang khusus dipergunakan untuk menata huruf-huruf kepala berita atau judul-judul artikel pada surat kabar.
9. Phototypesetting
Ini merupakan sebuah system modern yang sama sekali tidak mempergunakn lempeng cetakan metal. Mekanismenya didukung oleh seperangkat computer yang serba canggih sehingga mesin ini dapat menghasilkan halaman-halamannaskah secara utuh, lengkap dengan foto-foto yang diperlukan. Untuk prncetakan foto, negative filmnya diletakkan pada sebuah lempeng litho yang menyatu dengan mesin tersebut. Mesin ini benar-benar lengkap karena tidak hanya mampu mencetak tetapi juga bisa menyimpan data dan informasi, memutar dan menayangkan keseluryhan naskah untuk keperluan koleksi, bahkan dilengkapi juga dengan sebuah kamerta untuk keperluan duplikasi.
10. Produksi Koran Modern dengan Komputer
Perangkat computer yang digunakan juga bervariasi mulai dari system desk-top sampai dengan Apple Macintosh dan Adobe Page Maker untuk naskah-naskah yang rumit. Dengan perangkat mesin ini, meskipun kantor redaksi letaknya sekian mil dari lokasi percetakan, proses editing dan desain halaman demi halaman dapat dilakukan denagan cepat dan langsung dikirimkan melalui saluran telepon unutk dicetak.
Mesin penataan huruf (typesetting) yang modern memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan mesin cetak yang masih menggunakan lempeng cetakan metal. Sebagai contoh, bila tombol italic tertekan secara tidak sengaja, maka huruf-huruf italic yang sebenarnya tidak diperlukan akan bermunculan dan meliputi seluruh teks atau naskah. Sebelum dicetak, keseluruhan naskah masih perlu diperikasa secara berulang-ulang untuk memastikan bahwa sama sekali tidak ada kekeliruan yang masih tercecer.
Salah satu system produksi surat kabar yang paling modern dikembangkan oleh ATEX, yakni salah satu anak perusahaan Kodak. Pada awalnya, system ini hanya digunakan di Amerika Serikat, tetapai sdekarang sudah dapat ditemukan diseluruh penjuru dunia dan sudah digunakan oleh sekitar 600 perusahaan penerbitan. ATEX dapat menciptakan semua elemen terkstual (berkenaan denga naskah) dan grafik, termasuk materi-materi pelengkap, line art, screens, tints, borders, rotated type, dan sebagainya sehingga ia mampu membentuk halaman-halaman naskah yang siap cetak secara otomatis.
Singkatnya. System ATEX mampu menawarkan empat jasa terintegraasi kepada apara penerbit, adapun keempat jasa atau fungus tersebut adalah sebagai berikut:
a) Untuk keperluan editing naskah. ATEX memungkinkan pera pemakainya untuk menciptakan teks dan judul yang sesuai, mengoreksi dan mengeditnya dalam waktu yang relative singkat hanya melalui keyboard kompuetr danunit monitor visual.
b) Untuk keperluan desain.sistem ATEX menyederhanakan proses penataan halaman dengan langsung menyediakan umpan balik dan input-input deasain yang diperlukan pada layer monitor, termasuk informasi-informasi mengenai segala hal yang berkaitan dan yang terjadi selama proses editorial dan desain.
c) Untuk penyiapan iklan lewat Koran. System ATEX ini juga memungkinkan para pemakainya untuk menciptakan, mengatur dan menata produksi berbagai macam materi iklan hanya berdasarkan satu landasan data (database) tunggal.
d) Untuk keperluan produksi. ATEX memungkinkan penataan halaman secara elektronis sehuingga kita bisa memastiakn bentuk cetakan seperti apa yang diinginkan. Tahapan-tahapan produksi dapat dipantau setiap saat sehingga setiap kekeliruan sekecil apapun dapat dihindari.
11. Pusat Berita (The News Centre), Portsmouth
Portsmouth Publishing & Printing Limited adalah salah satu ana perusahaan dari Portsmouth and Sunderland Newspapers. Kantor pusat beritanya yang terletak didaerah Portsmouth (sekitar 80 mil dari Kota London) merupakan salah satu pusat percetakan surat kabar yang paling modern di dunia.
Kualitas percetakannya jelas jauh mengungguli standard cetak letterpress zaman Fleet Street (nama sebuah jalan di London yang dahulu menjadi markas besar Koran-koran pailing termasyhur di Inggris sehingga jalan iu dijadikan symbol kelembagaan pers Inggris). Lebih dari 650 orang bekerja di situ, dan proses percetakannya berlangsung selama 22 ham dalam sehari. Goss Metroliner mampu mencetak 70.000 kopi per jam. Anda tidak akan menemukan seorang pun di dalam ruang mesin karena keseluruhan operasi mesin tersebut dikendalikan oleh perangkat computer.
LETTERPRESS
12. Pendahuluan
Pada akhir tahun 1980-an, pers nasional Inggris yang berpusat di Fleet Street mulai merombak teknik percetakan dasarnya dari letterpress ke litho. Banyak di antara perusahaan-perusahaan penerbitan tersebut, termasuk yang menerbitkan Koran-koran bergengsi, mengalihkan lokasi percetaknnya ke daerah East End of London, atau menjalin kontrak percetakan dengan berbagai perusahaan percetakan di daerah.
Pada akhir 1990-an, proses percetakan letterpress konvensional sudah ampir hilang sepenuhnya dari dunia percetakan Inggris. Koran-koran harian dan mingguan nasional sudah sejak lama menggunakan proses percetakan web offset litho dan flexography.
Dalam proses percetakan letterpress, hasil percetakannay diperoleh dari sebuah relief atau dari sebuah permukaan bergelombang yang diberi tinta. Prinsip kerjanya sebenarnya sangat sederhana, dan kurang lebih sama saja dengan cara kerja dari sebuah mesin ketik biasa atau bahkan pengecap tanggal (stempel). Kadang-kadang, tekanannya sedemikian kuatnya sehingga kertas-kertasnya turut sedikit bergelombang (berlekuk-lekuk), sehingga acapkali menimbulkan kesan adanya semacam bayingan-bayangan berlingkaran kecil (halo) pada setiap huruf yang dicetak.
13. Halftones
Benda-benda rata berupa gelombang seperti foto atau lukisan bisa diproduksi hanya jika lempeng cetaknya dapat menerima dan mentransfer tinta. Jika objeknya terang, maka bayangan yang ditimbulkannyapun akan meyerap sedikit noktah sehingga tinta yang ditransfer ke situ juga menjadi lebih sedikit dan kesannya pun nampak lebih cerah.
Noktah-noktah tersebut akan timbul apabila kita menempatkan sebuah layer di antara lensa-lensa yang terdapat pada kamera dan senuah lempengan (yang sudah diberi bahan kimia tertentu sehingga mnejadi sangat peka terhadap cahaya).
14. Layar Halftone
Layar ini terdiri dari dua keeping gelas atau kaca yang disatukan. Kepingan-kepingan kaca tersebut diatur sedemikian rupa sehingga bertolak belakang dengan sudut 45 derajat. Jika kita menggunakan kertas Koran biasa, maka kita akan mendapati sebidang layer dengan 65 garis pada setiap inchi (25,4 mm). Kalau kita menggunakan kertas jenis art, maka kita akan memperoleh layar dengan 200 baris per inchi. Dengan terbentuknya gelombang atau relief pada kepingan cetakan tersebut, maka proses percetakan letterpress segera berlangsung.
15. Cetakan Berwarna
Proses cetakan berwarna (color printing) adalah suatu prosedur atau proses percetakan yang digunakan untuk memproduksi berbagai materi seperti transparasi, gambar atau foto, atau bisa juga lukisan, yang penuh warna. Setakan warna ini juga cukup popular dengan sebutan ‘proses cetak empat warna’ karena gambar-gambar yang dihasilkannya memang terbentuk dari empat warnapokok. Keempat warna pokok tersebut adalah magenta (merah), cyan (biru), kuning, dan hitam. Pada kepingan cetaknya diletakan sebuah filter yang dapt menyaring dan memadukan warna-warna pokok tersebut. Karena masing-masing warna memiliki spectrum yang berlainan, maka noktah-noktah yang dihasilkannya juga berlainan. Segenap noktah tersebut tidak bisa dilebur hingga luluh sama sekali, malinkan hanya bisa dipadukan.
16. Lempeng Duplikasi
Salah sati kelemahan proses percetakan letterpress adalah permukaan lempeng metal cetakan cenderung untuk terkikis karena senantiasa bergesekan dengan kertas dan materi cetak lainya.
Lempeng duplikasi ini meliputi stereo, yakni kepingan yang erbuat dari bubuk kertas yang dibuat menjadi relief dan sama bentuknya dengan lempeng yang asli, dan elektros, yakni lempeng duplikasi yang berkualitas lebih tinggi yang dibuat melalui proses elektrolisis.
Untuk mencetak foto ilustrasi dan gambar-gambar, digunakan sekeping lempeng rata yang sengaja dibuat bergelombang melalui satu proses stereotyping yang sama.
17. Line Blocks
Untuk mereproduksi bentuk garis, skema, diagram, tanda tangan, atau bentuk-bentuklain yang tidak memiliki lekukan halus seperti halnya foto, tetapi hanya mamiliki latar belakang berwarna hitam, materinya bisa langsung difoto tanpa harus mewnggunakan layer halftone. Sebenarnya, satu keeping karakter seperti sebuah huruf tiadak ubahnya dengan sebuah line block yang kecil.
18. Pengolahan (Make Up): Metode Chase dan Forme
Setelah siap dicetak ke materi cetakan (kertas, plastic, dan sebagainya), segala hal yang ditempatkan pada lempeng cetakan disebut sebagai stone. (Banayak materi percetakan yang bersumber dariteknologi awal, misalnya istilah stone tersebut). Kemudian yang terakhir, keseluruhan materi yanfg sudah terkunci dalam chase (atau yang disebut forme) dapat disimpan sampai saat dibutuhkan atau hendak digunakan kembali. Istilah khusus untuk kegiatan penyimpanannya adalah standing.
LITHOGRAPHY
19. Percetakan Planografik
Prinsip dasar percetakan lithography bersuber dari kenyataan alamiah bahwa minyak tidak dapat bercampur dengan air. Pelat atau lempeng cetakan yang digunakan di dalam proses percetakan ini sangat tipis, apabila dibandingkan dengan lempeng cetakan pertama yang digunakan di pegunungan Jura di Jerman (lempeng cetakan pertama itu berupa bongkahan batu yang cukup besar). Kata ‘litho’ itu sendiri diambil dari bahasa Yunani, lithos, yang berarti batu.
20. Offset-Litho
Ini merupakan salah satu proses percetakan lithography yang menggunakan sikinder putar dan mampu berproduksi dengankecepatan tinggi
Yang pertama adalah silinder pelat (plate sylinder), yang terbungkus lempeng metaltipis yang memuat materi (gambar atau tulisan) yang hendak dicetak. Adapun silinder yang kedua disebut sebagai silinder selimut (blanket cylinder) yang dilapisi lemberan karet atau materi fleksibel lainnya.
Sedangkan yang terakhir atau sikinder yang ketiga adalah silinder impresi (impression cylinder) yang berfungsi menggerakkan gukungan kertas (yang menjadi materi cetakan) dan menekannya pada silinder selimut yang kemudian mencetakkan atau meng-offset tulisan atau gambar tadi ke permukaan kertas.
21. Web-Offset
Istilah atau nama proses percetakan ini mengisyaratkan bahwa kertas yang digunakan bukanlah kertas-kertas yang terpisah berupa lembaran, melainkan berupa gulungan yang sambung menyambung (continuous form) seperti yang biasa digunakan dalam proses percetakan letterpress.
22. Karakteristik Khusus Lithography
Serangaian perkembangan baru dan inovasi mutakhir telah mempopulerkan proses percetakan offset-litho dan webioffset di Inggris dan di berbagai negara lainnya. Kualitas hasil cetakannya benar-benar jauhdi bawah masin lithography yang terdapat di negara-negara Eropa. Paling tidak empat hal yang menjadi penyebab kesenjangan kualitas tesebut, dan semuanya nampak terkait dengan komdisi-kondisi local. Keempat foktor penyebab tersebut adalah:
a) Rendahnya kualitas foto yang digunakan, baik ditinjau dari segi seni maupun teknologi
b) Rendahnya kualitas kertas-kertas cetak yang tersedia di negara-negara Dunia Ketiga, sehubungan dengan mahalnya kertas impor.
c) Krtas local yang digunakan banyak mengandung kerutan sehingga mngacaukan gambar-gambar berwarna dan menyulitkan proses percetakan.
d) Tingginya timgkat kelembaban udara. Agar memperoleh hasil-hasil cetakan yang baik, mesin cetak lithography memerlukan control kelembaban udara.
23. Keunggulan Proses Percetakan Lithography
Berikut ini kita bahas beberapa keunggulan utama dari proses percetaka lithography, apabila dibandingkan dengan proses-proses lainnya.
a) Jenis-jenis kertas yang sesuai untuk teknologi lithography inni, sekarang sangat mudah siperoleh diberbagai tempat dengan harga yang tidsak terlalu mahal. Dengan adanaya kertas yang cocok, maka hasil cetakannya pasti akan lebih memuaskan.
b) Layar halftone yangberkualitas tinggi, yakni yang memiliki 133 hingga 200 baris per inchi (54 sampai 80 baris per cm) kini juga sudah mudah ditemukan.
c) Karemna tidak memerlukan halftone blocks yang mahal (halftone blocks empat warna untuk letterpress juga sangat mahal), maka mesin offset-liho maupun mesin web-offset bisa diandalkan untuk mencetak foto-foto dan gambar berkualitas tinggi tanpa biaya yang terlalu mahal.
d) Mesin lithography juga memiliki perangkat pengering otomatis yang memudahkan dan mempercepat proses percetakan fto-foto berwarna.
e) Mesin lithography juga mampu menyajikan hasil atau gambar yang mengkilat.
f) Hasil cetakan berupa naskah dan tilisan juga lebih bersih dan sempurna. Bentuk huruf dan tata letaknya benar-benar sama dengan aslinya berkat adanaya teknologi phototypesetting computer yang canggih.
g) Mesin lithography jauh lebih ringkas bila dibandingkan dengan mesin letterpress, meskipun mesin tersebut dibebani dengan percetakan berwarna serta aneka perangkat tambahan lainnya.
24. Revolusi Surat Kabar Inggris
Sejak munculnya serat kabar Today dan The Independent di Inggris pada tahun 1986 serta tergesernya mesin-mesin letterpress oleh mesin-mesin web-offset di berbagai surat kabar di Inggris sejak tahun 1987, berlangsunglah revolusi percetakan persuratkabaran di Inggris.
PHOTOGRAVURE
25. Proses Intaglio
Proses percetakan photogravure seringkali disebut juga sebagai proses ‘rotogravure’ (karena ia menggunakan rotor atau sebuah silinder putar yang lazin disebut sleves) atau ‘colorgravure’ (karena bisa menghasilkan warna-warna yang serba cemerlang). Ada dua kelas dalam proses percetakan photogravure. Yang pertama adalah photo-hravure kelas tinggi yang digunakan untuk memproduksi perangko, ijazah, materai, dan dan objek cetakan yang berharga tinggi lainnya.
26. Cara Kerja Proses Percetakan
a) Permujaan lempeng silinder dipenuhi dengan 150 selbundar per satu inchi persegi (untuk bahan cetakan berharga seperti pernagko digunakan silinder dengan jumlah sel bundar per inci persegi yang jauh lebih banyak, yani hingga 400 sel.
b) Sayangnya, efek cengkeraman tersebut meliputi seluruh bidang cetak sehingga perangkat ini tidak begitu baik bila digunakan untuk mencetak foto atau gambar.
c) Tinta yang digunakan di sini adalah tinta khusus kandungan tinggi. Tinta tersebut dioleskan langsung secara merata ke semua sel.
d) Kita bisa saja memperoleh hasil cetakan yang tajam., namun hal tersebut cenderung mengaburkan detil-detil dan menciptakan bidang gelap.
e) Pada dasarnya, teknik percetakan photogravure bukan pilihan yang baik bagi para praktisi PR. Kita harus ingat bahwa metode photogravure ini hanya cocok untuk sejumlah mesin besar yang khusus digunakan pada majalah.
27. Proses Photogravure Hard Dot
Dunia percetakan sekarang ini ramai karena adanya system percetakan photogaravure terbaru buatan Jerman yang disebut Klischograph. Hasil cetakan dari proses klischograph ini secara sepintas sulit dibedakan dengan hasil cetak dari mesin offset-litho.
METODE LAYAR (SCREEN PRINTING)
28. Proses Stensil
Mesin cetak stensil dalam berbagai hal sudah jauh ketinggalan dibandingkan dengan proses atau mesin-mesin percetakan yang telah diuraikan sebelumnya. Materi cetak yang digunakannya sangat bervariasi, misalnyakoran biasa asetat (lembaran yang mengandung asam cuka atau asam asetat), kain tenun, kertas perak atau kertas timah, karet, vinyl, kayu, atau kaca.
29. Mekanisme Kerja Proses Screen
Proses cetak layer sepenuhnya didasarkan pada prinsip stensil, di mana bidang cetak sengaja dibelah guna memungkinkannya mengalirnya tinta atau cat melalui bidang yang ditutup oleh layer sutra, nilon, atau kain berserat lainya.
Proses-proses dagang biasanya dicetak dengan menggunakan mesin ini, kadang-kadang disertai dengan tinta fluorescent guna menimbulkan kesan kemilau atau gemerlap.
FLEXOGRAPHY
30. Proses Percetakan Flexography
Teknologi flexography bersumber dari metode percetakan surat kabar di merika Serikat. Mesin ini mampu menghasilkan warna-warna yang cemerlang dan dapat menjalankan fungsi reproduksi secara lebih baik dibandingkan dengan mesin-mesin web-litho.
PROSES PERCETAKAN DIGITAL
31. Larat Belakang
Dalam beberapa tahun terakhir ini telah terjadi serangkaian perbaikan substansial dalam percetakan warna, terutama dalam offset-lithodan percetakan elektronik. Dewasa ini, tingginya tuntutan bagi output yang lebih baik lagi dalam segi kualitas, kuantitas, dan kecepatan¬ terus-menerus meningkat. Hal ini bertolak dari besarnya kebutuhan para pengguna hasil percetakan yang menginginkan proses percetakan empat warna bermutu tinggi yang siap menyajikan hasil kapan saja diminta, termasuk dalam kuantitas kecil.
32. Teknologi Cetak Digital
Percetakan digital memungkinkan para praktisi pemasaran dan PR menciptakan, misalnya, materi-materi promosi g khusus ditujuakn pada sekelompok kecil penerima, atau bahkan hanya untuk individu-individu tertentu saja, yang tentunya takkan ekonomis kalau materi cetaknya harus memakai proses litho.
Perusahaan-perusahaan lainyang juga membuat mesin cetak digital adalah Xerox, MicroPress, dan Heidelberg. Program-program riset yang dilakukan oleh Mitsubishi, Man Roland, dan Oce, menggunakan teknologi mereka sendiri, sampai buku ini naik cetak, riset tersebut masih terus berlangsung.
33. Kelengkapan dan Kelebihannya
Secara umum, mesin cetak warna digital dapat memproduksi lebih dari 2.000 halaman cetak bolak-balik dalam waktu satu jam. Hal ini memungkinkan pengelola percetakan menyelesaikan pekerjaannya60 persen lebih cepat ketimbang kalau ia menggunakan mesin cetak off-litho. Dengan hanya 4 warna yang digunakan, prosesnya juga lebih ekonokis.
Salah satu kelengapan unik dari proses cetak digital yang takkan ditemui pada percetakan konvensional adalah kemampuan mencetak satu materi cetak yang isi halaman demi halamannya berbeda. Untuk mesin cetak digital Xeikon, lebar maksimum kertasnya adalah 320 mm. Namun karena mesinnya menggunakan jalur rel, panjang kertas yang dicetak bisa mencapai 840 mm.
Cetak ulang secara instant atau seketik juga bisa dilakukan IntelliStream. Untuk mencetrak lagi materi cetak terdahulu, kita tinggal mencari file-nya di computer, lalu langsung memerintahkan percetakan itu.
PERTANYAAN
BAB 17
1. Berikan beberapa alasan mengapa setiap praktisi PR harus memiliki pengetahuan dasar mengenai percetakan? Halaman 229
2. Apa yang dimaksud dengan Faces, Founts, dan Families? Halaman 231
3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan bentuk huruf serif dan bentuk sans serif? Halaman 232
4. Terangkan apa saja perbedaan pokok antara mesin cetak logam panas lynotipe dan monotype? Halaman 235
5. Apasaja unsur-unsur revolusioner yang terkandung dalam teknologi phototypesetting yang menggunakan computer? Halaman 236
6. Jelaskan secara singkat makna istilah Heat-set halaman 224
7. Proses percetakan letterpress seringkali juga disebut proses relief.Apa maksudnya? Halaman 237
8. Terangkan bagaimana caranya kita dapat mereproduksi foto melalui metode cetak letterpress? Halaman 237
9. Apa yang dimaksud dengan istilah stereo?halaman 237
10. Apa pula yang sebenarnya dimaksud dengan istilah line-block? Halaman 248
11. Dalam proses percetakan letterpress, apakah yang dimaksud dengan istilah stone?
12. Apa nama yang diberikan untuk blok,huruf dan kepingan logam lainya jika semuanya sudah disatukan dan di kunci secara permanent dalam chase sehingga sudah siap untuk dicetak? Halaman 249
13. Uraikan pokok-pokok mekanisme kerja dari proses percetakan lithography? Halaman 250
14. Dalam proses lithography , ada yang disebut dengan istilah stone,sebenarnya apa yang dimaksud dengan stone di sini? Halaman 250
15. Tahukah anda,apa kegunaan dari silinder selimut? Halaman 250
16. Apa saja perbedaan antara mesin-mesin cetak web-offset dengan mesin-mesin cetak offset litho yang biasa? Halaman 251
17. Terangkan secara singkat, dalam hal apa metode lithography modern bias menjadi suatu proses fotografik? Halaman 252
18. Sebutkan perkembangan-perkembanagn yang paling penting yang telah menjadikan mesin cetak offset litho sedemikian popular? Halaman 252
19. Proses percetakan fotogravure paling sering digunakan untuk mencetak apa saja? Halaman 255
20. Jelaskan makna istilah resist dan doctor blade? Halaman 256
21. Sebutkan kelemhan-kelemahan utama yang dimiliki oleh proses percetakan fotogravure? Halaman 256
22. Barang cetakan apa saja yang biasa dicetak dengan menggunakan proses percetakan screen? Halaman 258
23. Coba anda uraikan secara singkat cara kerja proses percetakan screen:? Halaman 258
24. Apa yang dimaksud dengan flexography? Apa sajakah kelebihannya bila dibandingkan dengan percetakan offset litho? Halaman 259
25. Apakah proses percetakan digial itu? Halaman 259
26. Apa saja kelengkapan dan kelebihannya yang utama ? halaman 261
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar