Sabtu, 28 Juni 2008

BAB 18

BAB 18
SPONSOR SHIP


PENDAHULUAN

1. Jenis-jenis Sponsorship

Penyediaan sponsorship adalah penyediaan dukungan financial untuk suatu acara, subjek, sebab-sebab tertentu, atau individu yang dianggapmemang menerimanya. Cikal bakalnya bermula dari patronase, yakni perlindungan serta penyediaan bantuan dana oleh para bangsawan dan hartawan kepada para artis dan musisi. Beethoven dan Mozart tidak akan sanggup berkarya tanpa adanya patronase yang membebaskan mereka dari tekanan kemiskinan. Dimasa-masa berikutnya, para miliarder dan industrialis ternama seperti Tate, Carnegie, Ford dan Morris menghibahkan sejumlah besar uangnya untuk mendirikan yayasan atau lembaga-lembaga penyedia sponsorship.

Dewasa ini, kita mengenal tiga jenis penyediaan sponsor yang masing-masing dibedakan berdasarkan tujuannya, yakni (1) penyediaan sponsor untuk iklan; (2) untuk pemasaran: serta (3) untuk tujuan PR.

Yang pertama adalah penyediaan sponsor untuk keperluan iklan . Hal ini banyak dilakukan oleh berbagai perusahaan yang memberidana untuk pengadaan dan penyiaran untuk suatu acara di televise atau radio. Sebagai imbalannya, mereka boleh memasang iklan di sela-sela acara tersebut. Sejarah sponsor iklan ini bermula dari pemasangan iklan lisan pada opera sabun (soap opera) di radio-radio Amerika Serikat pada decade 1920-an dan 1930-an. Sedangkan di Eropa, perusahaan-perusahaan mulai memasang iklan pada program-program acara Radio Luxemburg(program ‘hiburan populer’-nya yang pertama disiarkan ke Inggaris setiap hari Senin). Sponsor seperti ini sampai sekarang masih merupakan sumber penghasilan terbesar bagi stasiun-stasiun radio dan televise, walaupun di Inggris hal ini sempat dilarang oleh IBA. Di Singapura, misalnya, penduduknyabisa menyaksikan acara pertandingan final sepak bola Liga Inggris melalui televise yang disponsori oleh sebuah perusahaan rokok.

Yang kedua adalah penyediaan sponsor untuk mendukung usaha pemasaran. Ini berawal dari penyediaan sponsor untuk program-program acara BBc dan IRL pada tahun 1990, namun diperkenankan bagi BBC, IRL, dan ITV untuk menerima sponsor tunggal yang bersedia menutup seluruh biaya pengadaan dan penyiaran suatu program acara. Tentu saja, sebagai imbalannya, hanya pemberi sponsor tunggal itulah yang berhak memasang pesan-pesannya di sepanjang acara. Hal ini akan kita bahas secara mendalam di bagian berikutnya dalam bab ini.




Ada pun jenis sponsor ketiga, yakni penyediaan dana untuk menunjang usaha-usaha PR, yang pada dasarnya merupakan bentuk modern dari patronase yang disajikan oleh pihak-pihak yang makmur dan kuat (khususnya dalam soal finansial). Yang menerima sponsor ini bukan hanya media massa, tetapi juga panitia penyelenggara acara olah raga, pameran seni, pertunjukan teater, acara penghargaan di bidang sastra, ekspedisi baru, penyelenggara kependidikanan, dan individu-individu tertentu. Semuanya di izinkan menerima sponsor. Sedangkan imbalannya adalah peliputan mediasecara tunggal seperti yang sering kita saksikan pada acara pertandingan balap motor Grand Prix yang seringkali disponsori oleh perusahaan-perusahaan raksasa seperti Canon, Marlboro, atau Goodyear.


MANFAAT DAN ALASAN-ALASAN SPONSORSHIP

2. Manfaat Bagi Penyedia Sponsor

Karena tidak ada seorang pun yang berharap memperoleh suatu hadiah atau penghargaan dari patron yang tidak dikenal atau tidak jelas reputasinya, maka siapa saja yang bersedia menyediakan sponsorship pasti ingin agar jati diri atau lembaganya meraih reputasi mengensankan, memiliki nama harum, atau agar dikenal secara luas. Dengan demikian, pada dasarnya setiap penyediaan sponsor merupakan suatu bentuk modern dari patronase klasik. Kini, perusahaan – perusahaan terkemuka telah menggantikan kedudukan para bangsawan dan hartawan. Hanya saja, jangan sekali-kali baeharap akan ada pihak yang yang memberikan sponsor tanpa pamrih. Selalu saja ada motivasi di benak mereka untuk memperoleh imbalan atas sejumlah uang yang mereka sediakan.

Para penyedia sponsor itu memeng tidak harus seberuntung perusahaan Cadbury-Schweppes yang bertolak dari penyediaan sponsor untuk pacuan kuda akhirnya berhasil memiliki subjek investasi yang sangat berharga, yakni “Schweppeshire Lad”, seekor kuda pacu hebat yang memenangkan enam kali juara pertama dari tujuh pertandingan ( yang ketujuh ia menduduki peringkat kedua ). Dana sponsor yang telah dikeluarkan dengan sendirinya kembali ke kas perusahaan dalam jumlah yang berlipat ganda. Potensi keuntungan, baik langsung maupun tidak langsung, dari penyediaan sponsor memang cukup besar, sehingga begitu banyak perusahaan yang bahkan bersedia mengalokasikan dana khusus dalam jumlah besar untuk sponsor. Acara atau kegiatan yang mendapat sponsor pun semakin bervariasi, mulai dari peragaan berkendaraan secara aman dengan mobil yang telah teruji kepakeman rem, ketangguhan ban dan peralatan lainnya, sokongan untuk organisasa-organisasi kebudayaan seperti grup teater dan orkestra, pemberian beasiswa, penyediaan dana olahraga, dan seterusnya. Nama- nama perusahaan seperti John Haig, Prudential, Britannic, Refuge, dan Cornhill dikenal sering menyediakan dana sponsor dalam jumlah yang besar.






3. Alasan-alasan penyediaan sponsor

Terdapat begitu banyak alasan dalam penyediaan sponsor, namun pada dasarnya semua alasan tersebut pasti mengandung tujuan-tujuan PR, yakni dalam rangka menunjukkan niat baik dan menciptakan suatu pemahaman di kalangan khalayak, setidak-tidaknya agar mereka mengetahui keberadaan perusahaan atau lembaga penyediaan sponsor. Adapun alasan-alasan pokok bagi penyediaan sponsor dapat dirangkum sebagai berikut :

( a ). Untuk melancarkan suatu kampanye periklanan melalui publikasi nama serta
produk-produk perusahaan yang seluas-luasnya oleh media masa yang meliputi
jalannya acara yang disponsori itu. Beberapa acara yang mengikut sertakan para
sponsor antara lain pertandingan kriket, sepakbola, golf, renang, tennis, balon
udara, balap sepeda motor, perahu, dan balap kapal layer. Sponsor yang
diikutsertakan adalah Sanyo, Prudential, coca-cola, Daily Mail, Unigate, Raleigh, Whitbread, Elf, dan Financial Times.
( b ). Untuk mendukung strategi atau kebijakan pemasaran, seperti ketika sebuah
perusahaan memberikan sponsor berupa dukungankeuangan terhadap suatu acara menyangkut kepentinagn para calon konsumen, dimana sosok perusahaan dan produk-produknya akan dikaitkan dengan kepentingan konsumen tersebut, seperi kesehatan, kenyamanan, atau keindahan. Jika asosiasi semacam ini sudah
terbentuk, maka akan mudah bagi perusahaan itu untuk menjual produk-
produknya. Sebagai contoh, selama ini perusahaan coca-cola terus berusaha-dan
cukup ber-hasil mengidentifikasikan dirinya dengan semangat kawula muda;
Lloyds Bank dan Midland Bank dengan keanggunan dan keindahan musik,
Sedangkan Evian berusaha mengaitkan dirinya dengan keasyikan permainan
Netball.
(c). Untuk memperlihatkan niat baik organisasi maupun perusahaan guna melaksanakan tanggung jawab sosialnya. Dengan menyediakan dana sponsor untuk penyelenggaraan acara penyerahan penghargaan prestasi akademis, pelaksanaan penelitian di bidang kesehatan, pembukuan perpustakaan, acara-acara teater, festival, dan okresa, maka perusahaan akan memperoleh reputasi yang baik, bukan sekedar bintang ekonomi yang hanya mengejar keuntungan semata.

Nilai-nilai pokok PR atas penyediaan sponsor terwujud berupa terciptanya kesadaran khalayak akan keberadaan perusahaan atau produk-produknya. Jadi, manfaat PR sponsor adalah terciptanya suatu proses pengakraban melalui liputan media yang berlangsung secara berulang-ulang. Sososk atau reputasi perusahaan di mata khalayak pun positif karena ia telah membuktikan kesediaannya turut memikul tanggung jawab social. Berdasarkan repotasi ini, maka sikap dan pandangan khalayak terhadapnya akan menjadi lebih baik dan lebih hormat. Kalau reputasi perusahaan baik, maka dengan sendirinya repotasi produk-produknya juga akan sama baiknya. Selain itu, penyediaan sponsor juga berarti memberikan sikap yang ramah kepada rekan bisnis dank klien. Dukungan dana yang diberikan perusahaan Cornhill bagi penyelenggara Test Cricket (pertandingan kriket) membuahkan manfaat besar bagi perusahaan itu. Tindakannya itu telah menciptakan segmen pasar yang baru baginya. Dengan menyediakan sponsor, perusahaan asuransi ini dihubungioleh para peminat asuransi rumah tangga yang tidak pernah terjangkau oleh para pialang. Hasil positif yang tidak terduga seperti ini sulit diharapkan dapat dijangkau melalui iklan biasa.
JENIS – JENIS SPONSORSHIP

4. Cakupan bidang sponsor

berikut ini adalah sejumlah bidang atau kegiatan yang cocok dijadikan objek sponsor. Secara umum, cakupan sponsor memang tidak terbatas. Dari skian banyak bidang atau kegiatan, yang paling popular adalah :

( a ). Acara-acara olahraga. Hampir semua bidang olahraga memperoleh dukungan
financial dari dunia bisnis. Dewasa ini, nilai sponsor yang diberikan kepada bidang
olahraga sangat besar. Hal ini disebabkan oleh semakin merakyatnya aneka
pemberian olahraga sehingga pemberian sponsor untuk bidang ini merupakan salah satu cara terbaik untuk menjangkau pasar konsumen secara missal. Dengan besarnya liputan media massa, terutama televisi, bagi kegiatan-kegiatan olahraga, maka liputan untuk pihak-pihak penyediaan sponsor juga semakin besar. Banyak acara pertandingan olahraga di inggris yang disponsori oleh perusahaan-perusahaan Jepang. Ini merupakan cara yang efektif bagi dunia bisnis Jepang guna Mempopulerkan nama-nama jepang dalam benak ingatan khalayak. Perusahaan Suntory bahkan bersedia menyediakan dana sponsor untuk sebuah turnamen golf Inggris. Padahal, tanpa sponsor itu pun para pencandu golf jepang bisa Menyaksikannya lewat pesawat televisi mereka.
Acara-acara olahraga semakin banyak memberikan peluang kepada para penguasa manufaktur untuk menguji dan memodifikasikan produk-produk mereka. Sebagai contoh, dengan menjadi sponsor balapan mobil, para produsen mobil dan berbagai perangkat pendukungnya, seperti ban, rem, dan aneka komponen lainnya, juga berkesempatan menguji kualitas produk-produknya dalam area uji yang paling keras.
Ada beberapa masalh moral berkenaan dengan praktik penyediaan sponsor untuk kegiatan olahraga. Para atlet diwajibkan mengenakan pakaian bermerek atau yang ditempeli logo perusahaan pemberi sponsor, termasuk logo perusahaan rokok. Padahal kita tahu kebiasaan merokok bertentangan dengan kesehatan jasmani yang hendak dibina oleh olahraga. Kelompok anti-rokok sejak lama telah menyuarakan keprihatinan mereka akan hal ini.
( b ). Acara-acara kebudayaan. Midland Bank, misalnya, aktif mendukung pendanaan
bagi penyelenggaraan opera di Covent Garden, inggris. Kalangan kedutaan asing juga aktif mendukung rekaman-rekaman orkestra.
( c ). Penerbitan atau publikasi. Penerbitan peta, buku harian, buku petunjuk, buku
tahunan, dan berbagai naskah teknis lainnya acapkali menjadi lahan sponsor. Nama perusahaan penyediaan sponsor bahkan sering disatukan dengan produk-produk itu, dan itu terus berlangsung sampai ke pemasarannya. Sebagai contoh adalah AgendaOlahraga Tahunan Rothmans, Buku petunjuk Wisata Michelin, atau Peta Jalan Raya Texaco. Seri buku rekor dunia yang paling terkenal juga menyandang nama Sebuah perusahaan bir yang menjadi pemberian sponsornya, yakni Guinness BookOf Records.





(d ). Ekshibisi atau Pameran. Acara-acara pameran, baik yang diselenggarakan oleh
instansi pemerintah maupun lembaga-lembaga swasta juga sering mendapat sponsor termasuk dari pers atau perusahaan penerbitan. Sebagai contoh,, koran Daily Mailpernah memberikan sponsor untuk penyelenggaraan acara pameran Rumah Ideal ( Ideal Home Exhibition ). Asosiasi-asosiasi dagang dan berbagai organisasi yang
turut berkepentingan juga sering bertindak sebagai penyandang dana sponsor (lihat Bab 15).
(e) pendidikan. Pemberian sponsor juga sering diwujudkan berupa beasiswa, tunjanganbelajar, piagam penghargaan akademis, dan berbagai aspek lainnya yang menyangkut bidang pendidikan.
(f ). Acara-acara Amal. Dalam suatu acara amal, nama-nama perorangan maupun
lembaga, termasuk perusahaan yang memberikan dana atau sponsor selalu
disebutkan secara terbuka, lengkap dengan uraian mengenai jasa yang telah
disumbangkan, berikut ucapan terima kasih dan puji-puji. Misalnya, terima kasih
kepada Eli Lilley yang telah membuat video mengenai diabetes, dan juga kepada
Harry Secombe dan Elaine Stritch yang telah bersedia bertindak sebagai modelnya.Sumbangan dana dari perusahaan-perusahaan kepada sebuah rumah sakit atau Perguruan tinggi terkadang bahkan dinyatakan secara permanent pada sebuah Keeping marmer.
( g ). Acara Penghargaan Profesional. Di berbagai tempat biasanya sering diadakan
acara-acara pemberian hadiah atau tanda penghargaan kepada para professional,
mulai dari para jurnalis, fotografer, sampai dengan para arsitek. Biasanya pula ada perusahaan-perusahaan yang bertindak sebagai sponsor penuh untuk acara-acara ini.Canon, misalnya, sejak lama telah mensponsori acara pemilihan fotografer terbaik,bekerja sama dengan UK Press Gazette. Glenfiddich mensponsori acara pemberian penghargaan kepada para penulis soal makana dan minuman. Harian Financial Times menyelenggarakan upaya pemberian hadiah bagi para arsitek.
( h ). Acara-acara Lokal. Perusahaan-perusahaan juga sering memberi sponsor untuk
kegiatan-kegiatan berskala local dalam rangka membina hubungan komunitas yangbaik dengan penduduk yang bermukim di daerah itu. Acara lokal yang sering mendapat sponsor antara lain karnaval, pekan bunga, dan berbagai macam pameran.Sponsor tidak hanya diberikan untuk biaya-biaya penyelenggaraannya saja, tetapi juga untuk membeli hadiah berupa piala atau uang tunai. Sejumlah perusahaan asuransi menyumbangkan sejumlah besar kertas poster kosong untuk digunakan sebagai lembar atau papan pengumuman. Rentokil pernah memberi sponsor untuk acara balapan sepeda tingkat lokal di suatu tempat di inggris.

ASPEK – ASPEK PRAKTIS DALAM SPONSORSHIP

5. Beberapa pertimbangan khusus

sebelum memberikan sponsor berupa bantuan keuangan, perusahaan atau pihak-pihak penyediaan sponsor harus :



(a ). Memastikan tujuan dari diselenggarakan acara yang akan diberi sponsor itu.
(b ). Memilih aspek atau bidang kegiatan yang sekiranya paling sesuai dengan tujuan-
tujuan acara itu maupun kepentingan- kepentingan pihak penyediaan sponsor.
(c). Memastikan bahwa total biaya atau dana yang harus ditanggungnya sesuai dengan
tujuan yang hendak diraih. Sponsor biasanya melibatkan sejumlah besar uang,
karena yang harus dibiayai begitu banyak. Sponsor tim balap mobil, misalnya, harus menyediakan dana untuk aneka pos pengeluaran seperti para tamu yang terkadang tidak punya hubungan langsung dengan mobil atau pembalapnya.

Di atas sudah disebutkan bahwa pemberian sponsor itu sama sekali tidak Cuma-Cuma. Pihak penyediaan sponsor pastilah mengharapkan imbalan tertentu, khususnya yang berkaitan dengan iklan dan PR bagi perusahaan atau produknya. Dalam iklannya, banyak perusahaan yang menyebutkan acara-acara olahraga, social, atau kebudayaan yang pernah mereka dukung secara financial. Keterlibatan pejabat perusahaan dalam suatu acara amal, misalnya, bisa saja disisipkan pada iklan produknya yang tengah ditayangkan televisi. Suatu kegiatan PR bisa saja meliputi penyebaran siaran-siaran berita yang memuat informasi mengenai acara pemberian penghargaan yang disponsori perusahaan. Di situ disebutkan konteks acaranya, siapa pemenangnya, proses seleksinya, dan publikasi buku mengenai acara itu. Hal ini juga dapat ditunjang oleh instrument PR lainnya, seperti video ( fungsi video sebagai alat PR telah dijelaskan dalam bab 10). Penyediaan sponsor juga perlu diuraikan dan dimuat dalam jurnal internal karena hal itu dapat menunjang terbinanya komunikasi antara pimpinan dan karyawan. Meskipun sponsor pada dasarnya bersifat komersial, implikasi-implikasi PR-nya nyaris tidak terbatas.

Salah satu bentuk penyediaan sponsor yang paling berhsil di inggris dilakukan oleh perusahaan Canon bagi penyelenggaraan seri kompetisi liga sepak bola dengan nama canon football League. Kompetisi ini berlangsung selama tiga tahun dan melibatkan 92 klub sepak bola. Acara ini memperolh liputan selama enam hari setiap minggunya. Pemberitaannya berlangsung hingga berbulan-bulan. Liputan media yang begitu luas dan terus-menerus jelas merupakan suatu prestasi yang membanggakan sekaligus meenguntungkan. Pada umumnya, liputan atas suatu kegiatan sponsor berlangsung singkat, sehingga dampak positifnya tidak terlalu besar dan belum tentu sebanding dengan uang yang dikeluarkan. Contoh lain atas penyediaan sponsor yang cukup spektakuler dan mendapat liputan yang sangat luas adalah Cornhill Test Matchb (rangkaian pertandingan cricket yang dibiayai oleh perusahaan Cornhill) dan Ever Ready Derby (seri balapan kuda yang disponsori oleh perusahaan baterai Ever Ready). Acara-acara itu menjadi buah bibir dan bahan pemberitaan selama berbulan-bulan, sekaligus menjadi salah satu mata acara utama televisi.

6. Biaya

Aspek penting berikutnya adalah biaya. Salah satu bentuk sponsor yang paling mahal adalah sponsor balapan mobil. Harga mobil dan imbalan untuk pembalap berikut segenap personil pendukungnya benar-benar sangat mahal. Sedangkan yang tergolong murah adalah penyediaan sponsor untuk acara-acara lokal, seperti karnaval bunga atau pembiayaan suatu ekspedisi. Namun, mahal atau tidaknya suatu sponsor harus dihitung berdasarkan hasil yang telah dicapai. Sponsor untuk turnamen kriket yang disediakan oleh Cornhill jelas sangat mahal. Namun bagi Cornhill Insurance, jumlah uang yang telah dikeluarkannya tidak dianggap terlalu mahal karena hasil-hasil yang diperoleh sepadan. Berkat keterlibatannya dalam turnamen tersebut, kesadaran politik akan keberadaan perusahaan itu meningkat tajam. Suatu ketika, Yardley pernah mensponsori balapan mobil. Keterlibatannya ini kemudian terbukti berhasil mengubah citranya dari pembuatan kosmetik untuk kaum wanita menjadi pembuatan perlengkapan hias kaum pria. Pemberian sponsor memang sering kali menelan biya yang sangat besar, namun hasilnya pun bisa lebih besar lagi. Hampir semua kegiatan sponsor mengandung nilai-nilai PR yang penting. Dengan menyediakan sponsor, sebuah perusahaan berpeluang besar untuk memperoleh hubungan konsumen yang sangat baik dan menguntungkan, meningkatkan reputasinya di mata khalayak, serta mengubah atau mementapkan citra perusahaan atau produknya. Reputasi dan dukungan khalayak dapat diraih melalui pemberian sokongan bagi suatu acara atau kegiatan yang menyangkut minat atau kepentingan masyarakat umum. Sponsor dapat juga digunakan sebagai alat yang efektif untuk membuka akses pasar yang baru di manca negara.

Beberapa tahun yang lampau, produk-produk jepang sangat tidak popular di Indonesia. Pernah terjadi esuatu krisis yang cukup hebat dan berbuntut pada pembakaran mobil-mobil buatan jepang di jalan-jalan raya di Jakarta. Para pengusaha jepang kemudian merancang suatu program sponsor dan bantuan dana guna menciptakan suatu iklim perdagangan yang lebih baik. Dewasa ini, sebagaian besar mobil yang memadati jalan-jalan di Indonesia berasal dari jepang. Bahkan, jepang tengah aktif membrikan sponsor ke brbagai negara lainnya, termasuk inggris.

Penyediaan sponsor oleh Canon selama tiga tahun untuk pelenggaraan kompetisi Liga Sepak Bola menjadikan Canon sebagai perusahaan nomor satu di inggris. Hampir semua kamtor di inggris memiliki mesin atau peralatan buatan Canon.


7. Contoh – contoh Sponsorship

Demi menunjang pemahaman mengenai sponsor, mari kita simak contoh-contoh nyata penyediaan sponsor yang disajikan oleh sejumlah lembaga berikut ini.

( a ). Lyyods Bank. Bank asli inggris ini sangat aktif dalam menyediakan sponsor dan
bahkan memiliki manajer khusus untuk menengani urusan tersebut. Salah satu
sponsornya yang paling terkenal adalah sokongan bagi pelenggaraan acara kontes Young Musician of the Year yang disiarkan oleh BBC 2. Acara ini terdiri dari sejumlah program siaran musik yang sangat dinikmati para permisa. Lloyds Bank juga mensponsori Penghargaan Mode ( Fashion Award ) yang diberi nama Lloyds Bank Fishion Awards. Acara ini diakui sebagai salah satu ajang kompetisi utama di antara para perancang busana inggris yang paling terkemuka. Lloyds juga mensponsori pameran Clothes Show Live Exhibition yang dihadiri oleh sekitar 200.000 konsumen dan pengecer. Bentuk sponsor lainnya yang cukup terkenal adalah The Lloyds Bank Fashion Challenge, sebuah kontes rancang busana bagi para perancang pemula berusia 11 hingga 18 tahun. Ketiga acara mode yang disponsori Llyods Bank itu diliput oleh jaringan-jaringan Televisi dan biasanya mencapai 2 juta poundsterling selama tiga tahun. Bank ini sengaja memilih dunia musik dan mode karena bidang olahraga dianggap sudah
terlalu sesak. Hal itu disebabkan begitu banyak perusahaan yang berkecimpungdi bidang itu. Tujuan utama Lloyds sendiri adalah menjaring kaum muda dan wanita karir menjadi nasabahnya.

(b). Mercury communications. Sponsor terbesar untuk seni visual di inggris diberikan
oleh Mercury Communication ( sebuah perusahaan telekomunikasi raksasa yang
merupakn saingan British Telecom ) pada tahun 1991, bekerja sama dengan harian The Independent, BBC Radio 1 dan Royal Academy. Untuk itu, Mercury,
membelanjakan dananya hingga setengah juta poundsterling; sedangkan The
Independent menyediakan 100.000 poundsterling. Semuanya untuk mensponsori
pameran Seni Pop Royal Academy, yang dikoordinasikan oleh agen sponsor Spero Communications. Radio 1 meliput lengkap seluruh jalannya acara di Piccadilly. Dari
kelima kartu telepon yang diterlibat, dan satu lagi adalah logo BBC Radio 1.
Penyediaan sponsor untuk acara seni tersebut melengkapi kiprah Mercury,
khususnya ketika ia mensponsori peringatan ulang tahun kelima belas Prince’s
Trust. Dari hasil penjualan kartu-kartu teleponnya, Mercury masih mampu
menyisihkan sebagian dananya untuk disumbangkan ke lembaga-lembaga amal.
(c). Internasional Distillers And Vintners. Pada awal tahun 1991, sejumlah perusahaan
besar menawarkan sponsor kepada ITV agak malu-malu untuk menerima tawaran tersebut. Akhirnya tawaran itu pun diterima satu per satu. Yang pertama adalah tawaran IDV atas nama perusahaan Croft Port. Dana sponsor dari mereka digunakan untuk membuat enam episode cerita seri dari Thames Television yang berjudul Rumpole of the Bailey. Film seri dibintangi oleh Leo Mckern yang sangat mirip dengan John Mortimer, pengarang buku-buku dan film seri Rumpole. Sebagai
imbalan atas dana sebesar 300.000 poundsterling yang diberikannya, IDV menerimajatah waktu iklan pertama selama 15 detik di awal program siaran, 10 detik di akhir program, dan 10 detik pada masing-masing waktu jeda. Namun IDV tidak diijinkan memasang iklan yang terlalu gambling mempromosikan produknya. IDV setuju dan melaksanakannya sehingga para permisa bisa menikmati iklan Croft Port yang halus. Kita harus menunggu apakah bentuk sponsor seperti itu akan popular ketika tidak terjadi resisis ekonomi, dan apakah nilai iklan, nilai pemasaran, atau nilai-nilaiPR dari bentuk sponsor tersebut. Nilai iklannya mungkin kecil, karena secara tegas telah dinyatakan bahwa si penyedia sponsor tidak boleh memasang iklan yang terlalu terang-terangan. Namun paling tidak, ini merupakan isyarat bahwa sering
dengan semakin mahalnya biaya-biaya produksi siaran televisi, maka patronase
harus dicari !

(d ). Barter Television ( TV Barter ). Bentuk inovasi lainnya yang muncul di Eropa pada tahun 1991 dari Amerika Serikat adalah TV barter di mana sebuah perusahaan akan membuat siaran sendiri—misalnya opera sabun atau film seri drama, atau kuis—dan menyerahkannya kepada stasiun televisi secara cuma-cuma. Sebagai imbalannya, sebelum, dan sesudah acara tersebut disiarkan, hanya perusahaan pembuatnya yang boleh menyampaikan ‘pesan-pesan sponsor’.Salah satu kesepakatn yang telah dicapai adalah antara Worldvision dan perusahaan televisi dari Rusia, Gostelradio, yang ingin menanyakan film seri Beverly Hills 90210, Dalas, dan The Flintstones. Worldvision akan menyerahkan salinan filmnya secara cuma-cuma, jika Gostelradio menyisihkan waktu selama 48 menit per minggu untuk meneyangkan iklan-iklan dari Worldvision. Bersamaan dengan itu, perusahaan Procter and Gamble telah mensponsori acara siaran US Week yang memiliki khalayak permisa sekitar 200 juta orang dan tersebar di berbagai negara.


8. Sumber – sumber Informasi

berikut ini disajikan daftar singkat mengenai berbagai sumber informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan sponsor ( di inggris ).

(a). The Hollis Press and Public Relations Annual. Di dalam buku ini termuat uraian
rinci mengenai berbagai kegiatan yang diberi sponsor, lembaga-lembaga atau
perusahaan yang biasa menyediakan sponsor, dan sejumlah lembaga konsultasi
atau konsultan yang khusus bicar soal sponsor. Semuanya terangkum dengan baikpada 50 halaman naskah.
(b). PR Week. Sumber ini memuat bagian mingguan yang berisi organisasi-organisasi
yang tengah membutuhkan atau mencari sponsor.
(c). The Scottish Sports Council. Lembaga ini menerbitkan siaran pers setiap minggu,
yang berjudul Leads. Di dalamnya termuat sponsor olahraga di Skotlandia.
(d ). Sponsoring Insights. Terbitan ini diluncurkan sekali dalam dua bulan. Isinya
mengenai berbagai kesempatan baru dan kencenderungan dalam dunia sponsor.
Terbitan ini bisa diperoleh lewat langganan tahunan. Bagi anda yang sekirannya
Berminat, silakan hubungi alamat ini : Hobsons Publishing plc., Bateman Street,
Cambridge, Cambs CB2 1LZ.
(e ). Sponsorship News. Ini adlah jurnal bulanan yang memuat berita-berita terbaru
mengenai sponsor, baik di bidang olahraga, seni, kegiatan amal, dan media. Terbitan ini juga bisa anda peroleh dengan berlangganan secara tahunan. Hubungi Charterhouse Business Publications, PO Box 66, Workingham, Berks RG11 4RQ.
(f ). Charity Forum News, 54 Church Street, Tisbury, Salisburry, Wiltshire SP3 6NH.
(g ). The Directory of Social Change, Radius Works, Back Lane, London NW3 1HL.
(h). Hollis Sponsorship & Donations Yearbook, Contact House, Sunbury-on-Thames,
Middlesex TW16 5HG.
(I). Sponsorship yearbook, Hobson’s Publishing plc, Bateman Street, Cambridge CB2
1LZ.
(j). Arts Councilof Great Britain, 14 Great Peter Street,London SW1P 3NQ.
(k). Asosiasi Bisnis Pensponsoran Seni ( Association for Business Sponsorship of The Arts ), Nutmeg House, 60 Gainsford Street, London SE1 2NY.
Komite EROPA UNTUK Bisnis Seni dan Budaya ( European Committee for Business Arts & Culture ), Nutmeg House, 60 Gainsford Street, London SE1 2NY.
(l). Institute of Sport Sponsorship, Francis House, Francis Street, London SW1P 1DE.
(m). The Sponsorship Advisory Service, The Sports Council, 16 Upper Wobourn Place, London WC1H 0QP.
(n). The Sponsorship Association, 16 Partridge Close, Chesham, Buckinghamshire HP5 3LH.
(p). European Sponsorship Consultants Association, 16 Partridge Close, Chesham,
Buckinghamshire HP5 3LH.

(q). Business in the Community, 8 Stratton Street, London W1X 5FD.
(r). The Council for Industry and Higher Education, 100 Park Village East, London
NW1 3 SR.
(s). National Council for Voluntary Organisations, 26 Bedford Square, London WC1B
3HU.
(t). Scottish Council for Voluntry Organisations, 18/19 Claremont Crescent, Edinburgh EH7 4QD.

Tidak ada komentar: